20 Mei 2009

Review EPSON T11



Ini adalah printer murah namun mendukung resolusi tinggi. Cocok untuk pengguna rumahan dan para pecinta photographi. Karena selain hasil cetakannya cantik juga awet.
Printer rumahan ini memiliki resolusi tertinggi di kelasnya, yakni 5760x1440 dengan Variable-Sized Droplet Technology. Dengan teknology VSDT tersebut, Epson T11 mampu menghasilkan teks yang lebih tajam, warna yang lebih indah dan hasil cetakan yang lebih awet.
Tinta bawaan printer ini memiliki fitur Epson DURABrite Ultra Ink, dan menariknya tinta ini di desain sedemikian rupa sehingga tahan terhadap air dan bisa membuat hasil cetakan tidak cepat terdegradasi.
Untuk tidak membebani penggunanya dalam hal biaya penggantian cartridge, Stylus T11 ini telah memiliki fitur hemat dengan Epson INKdividual Cartridges for Maximum Savings. Dimana setiap cartridge yang terpasang bersifat independen. Yang berarti, jika cartridge warna tertentu habis, maka user hanya perlu mengganti cartridge yang habis saja. Ini tentu saja lebih hemat dibandingkan cartridge gabungan, yang harus mengganti 1 cartridge padahal warna lain masih berisi.

Epson Stylus T11 mempu mencetak dengan kecepatan 22 halaman dokumen monochrome per menit dan 33 halaman untuk dokumen warna. Sedangkan untuk mencetak foto dibutuhkan waktu 156 detik, untuk ukuran 10x15cm atau 4x6 inchi borderless dengan resolusi maksimal. Tray hasil cetakan bisa menampung 80 lembar kertas A4

Pada paketnya, juga tersedia software Photo Perfection dari Epson Creativity Suite. Software ini bisa mongkustomisasi foto yang ingin di cetak. Sehingga pengguna tidak perlu mencari-cari lagi software pengolah foto daro pihak ketiga. Dengan software ini, pengguna bisa mendapatkan hasil cetakan foto sekelas lab foto. Untuk tidak merepotkan, Epson PhotoEnhance juga dapat dengan otomatis meng-adjust gambar supaya foto foto warna yang akan dicetak memiliki warna yang lebih indah.

Epson Stylus T11 berdimensi 435x219x165mm dengan berat 2,8kg. Adapun sistem operasi yang didukungnya adalah Windows 2000, XP 32 dan 64 bit dan Windows Vista. Bagi pengguna Macintosh bisa menggunakan operating system MacOS seri 10.3.9 ke atas. Ketika bekerja printer ini membutuhkan daya hanya 11 watt.

01 Mei 2009

No Sponge Baru untuk printer T11, T20, TX101, TX200



Masih ingat dengan cartridge no sponge ?
Cartridge ini cukup membantu untuk anda yang menginginkan kemudahan dalam refill cartridge epson. Dengan cartridge no sponge tentunya problem-problem yang ditemui di infus sistem akan di eliminasi. Penggunaan cartridge no sponge sama dengan cartridge original kelebihannya no sponge dapat di refill ulang dan tanpa di reset ulang. Anda tinggal mengangkat cartridge dari tempatnya, lalu di refill dan langsung dipasang kembali. Sangat mudah dan hemat. Tanpa selang - sehingga tidak ribet, Tanpa reset cartridge - tidak perlu beli resetter, Bisa di refill - sangat hemat.

Perpaduan ke indahan cetak printer Epson dan penghematan cartridge nosponge akan memberikan yang terbaik untuk anda.

Tunggu cartridge no sponge minggu depan, kami harapkan jika tidak ada halangan akan hadir di LiData Computer Group.

06 April 2009

Sales Tour Bali 2009






Ada semangat ada reward. Sukses menjual diganjar jalan2 ke Surabaya dan Bali. Asyik....

11 Maret 2009

EPSON Training di Samarinda


Kemarin malam, tanggal 11 Maret 2009 bertempat di Hotel Borneo Samarinda, kita mengadakan training untuk product terbaru epson yang memiliki kelebihan di wireless teknologi nya. Dengan printer terbaru ini, pengguna tidak perlu lagi menggunakan kabel sebagai penghubung pc ke printer. Cukup dengan mencatat ip printer dan install driver nya, pengguna sudah bisa menikmati kemudahan print menggunakan printer wireless terbaru dari EPSON. Tipe yang di uji coba malam tadi adalah T40W, TX600WF dan TX300F (tanpa wifi).

06 Maret 2009

Printer...

Printer
Berdasarkan wikipedia, printer adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat hardcopy atau cetakan document dari electronic device seperti PC ke media kertas. (http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_printer)

Tidak bisa dipungkiri, ide membuat printer berawal dari mesin ketik manual.
Dari situlah dikembangkan sebuah mesin ketik yang datanya berasal dari PC bukan ketukan jari. Printer jenis ini dikenal sebagai printer dot-matrik. Dikatakan dot-matrik karena karakter (huruf) yang dibentuk oleh titik-titik (dot) yang tersusun secara matrik yang berasal dari ketukan jarum head pada pita berwarna di permukaan kertas. Sama dengan prinsip mesin ketik, hanya saja jika pada mesin ketik setiap karakter diwakili oleh satu pencetak, maka di printer semua karakter dibentuk dari susunan titik.
Diawal-awal penggunaan printer dot matrik ini, banyak juru ketik yang di PHK sebab tugas mereka sudah bisa dialihkan ke printer. Kecepatan cetak printer lebih baik dibanding seorang juru ketik. Selain itu dengan menggunakan printer, hasil yang akan dicetak dapat diedit terlebih dahulu sehingga tidak ada kesalahan cetak dan tentunya sangat menghemat kertas. Sampai saat ini printer dot-matrik masih banyak digunakan di perusahaan-perusahaan, dunia perbankan, supermarket seperti printer kasir dan sebagian mesin ATM.
Beberapa merk printer dot-matrik ada dipasaran, salah satunya adalah EPSON. Pabrikan asal Jepang ini sudah lama memproduksi printer jenis dot-matrik. Ada cerita menarik dari lahirnya perusahaan EPSON di Jepang. Pada saat Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade, saat itu diperlukan mesin pencetak data "waktu kecepatan lomba". Seiko sebagai oficial resmi untuk pencatat waktu kesulitan mendapatkan mesin yang bisa mencetak (print) hasil lomba tersebut. Kemudian teknisi Seiko pun berusaha membuat printer yang bisa sinkron dengan teknologi jam mereka. Hasilnya dibuatlah printer dot-matrik sebagai alat yang bisa sinkron dengan jam Seiko saat itu. Setelah Olimpiade selesai, teknologi ini ternyata bisa diaplikasikan ke peralatan lain dan bernilai. Maka dibentuklah perusahaan baru khusus menangani printer dengan nama EPSON, anak perusahaan SEIKO Jepang.
Teknologi dot-matrik tidak berkembang pesat jauh tertinggal dibanding printer-printer jenis lain. Kecepatan cetak printer dot-matrik tidak dapat ditingkatkan lebih tinggi karena keterbatasan gerak mekanik jarum headnya.

Jenis printer kedua yaitu printer Laser. Printer yang menggunakan teknologi panas sinar laser ini, membuat titik yang disusun membentuk sebuah karakter pada film khusus, yang kemudian ditransfer ke drum pada cartridge printer. Bagian drum yang panas akan membuat serbuk (toner) merekat di drum sedangkan bagian yang tidak di panaskan akan jatuh. Dengan demikian pada drum terbentuk karakter-karakter dan secara sistematis ditempelkan di permukaan kertas. Kertas kemudian dipanaskan oleh mesin sehingga toner melebur dan menyatu dalam kertas. Teknologi laser juga digunakan pada mesin fotocopy dan sebagian pada mesin facsimile. Keunggulan printer laser dibanding dot-matrik, printer ini mampu membentuk gambar yang rapi dan huruf yang beraneka model. Juga memiliki kecepatan cetak yang bagus sehingga banyak digunakan di perkantoran, UKM dan pemerintahan. Kekurangannya "kalo boleh disebut kekurangan" hanya pada harga cartridge yang mahal. Pada saat printer laser di buat, teknologi ini hanya mampu mencetak karakter atau gambar hitam putih saja tetapi dalam perkembangannya sekarang printer laser sudah mampu mencetak gambar berwarna. Harga printer laser juga sudah sangat terjangkau, jika dulu printer ini dijual dengan harga belasan juta maka sekarang dengan uang ratusan ribu saja anda sudah bisa membeli printer jenis laser hitam putih.

Jenis ketiga adalah printer thermal, jenis printer ini mirip dengan printer laser dimana karakter didapat dari hasil pemanasan. Bedanya printer thermal menggunakan kertas yang telah dilapisi zat kimia tertentu yang akan berubah warna jika terkena hawa panas. Contoh printer ini sering kita jumpai di gerai-gerai restoran, mesin atm atau kasir di supermarket. Beberapa mesin printer photo menggunakan teknologi ini. Semisal photo-box yang banyak terdapat di mal-mal di Jakarta. Hasil yang didapatkan sangat bagus hanya sayang kertas yang digunakan tidak bisa sembarang kertas, harus yang sesuai dengan printer nya.

Jenis yang terakhir adalah printer inkjet. Printer ini menggunakan teknologi penggelembungan tinta dan penembakan tinta. Printer inkjet seperti Canon, HP dan Lexmark menggunakan teknologi gelembung tinta (bubble jet) untuk mencetak karakter di kertas. Sebuah titik (dot) didapat dari tinta yang dipanaskan sampai membentuk gelembung dan mengenai permukaan kertas. Sedangkan pabrikan printer lain seperti EPSON menggunakan teknologi penembakan tinta (micropiezo) untuk membentuk karakternya. Harga cartridge printer inkjet relatif murah sehingga cocok untuk pengguna rumahan, mahasiswa dan karyawan.
Selain itu cartridge printer inkjet juga bisa dibuat kompatible nya di refiil ulang bahkan dimodifikasi seperti yang sering kita temui di toko printer.
Teknik modifikasi cartridge printer banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Tinta printer inkjet sering diganti untuk fungsi yang bermacam-macam, seperti sablon kaos, sablon mug, cetak diatas piring, pembuatan pin sampai kartu identitas (ID card).
Mungkin ID card yang anda pakai sekarang ini gambarnya dihasilkan dari sebuah printer inkjet. Printer inkjet juga bisa digunakan untuk mempercantik diri seperti printer kuku (nail printing) bahkan juga bisa digunakan untuk mencetak gambar/photo pada permukaan kue basah semisal kue ulangtahun dll.

Dalam hal ukuran printer inkjet mampu mencetak gambar dari ukuran kecil sampai super besar. Gambar-gambar caleg yang banyak terpampang dipinggir jalan juga dicetak menggunakan jenis printer ini.
Jika saja tidak ada printer inkjet, mungkin para caleg kesulitan mendapatkan poster diri mereka dengan harga murah.

Yang jelas printer inkjet adalah printer yang paling banyak digunakan dan di aplikasikan pada bidang-bidang lain. Bisa dikatakan printer sejuta umat.
Harga yang relatif murah dan hasil yang didapat cukup bagus menjadikan printer ini printer murah meriah.

16 Januari 2009

ROAD SHOW EPSON di Samarinda


bertepatan dengan hari ulang tahun kota Samarinda dan pemkot Samarinda, Epson menggelar ROAD SHOW di Plaza Central Samarinda. Dari tanggal 15-21 Januari 2009. Adapun product-product yang diperkenalkan adalah T11, T20, TX101, TX200, TX300F, R230, R1390, Projector, POS System TMU 220D dll
Terlihat antusiasme pengunjung dalam melihat product2 terbaru dari EPSON Indonesia di Samarinda.
Viva EPSON
Satu EPSON, Epson Nomor Satu.............

30 Desember 2008

Pelatihan Sales Team kami



Untuk meningkatkan pelayanan serta kenyamanan dalam berbelanja di tempat kami, kami melakukan training kepada team sales yang ada di kios dan counter. Pelatihan kami lakukan untuk menambah pengetahuan akan product serta pemahaman dalam mengoperasikan product tersebut. Program pelatihan ini akan rutin digelar tidak saja untuk sales team di kios/counter juga kepada sales team kami yang ada dicabang-cabang. Berikut beberapa cuplikan gambar saat training diadakan.